Kamis, 01 April 2010

tips menghitung bunga bank

Floating, File-file Contoh Cara Penghitungan Bunga Bank dan Tips Meminjam Uang (Kredit) di
Bank
Sistem Bunga Flat, Efektif, Fixed & Floating
Banyak orang yang tidak berkecimpung dalam bidang keuangan yang bingung membedakan sistem
bunga flat dan efektif. Bahkan seringkali rancu mencampuradukkan dengan istilah fixed dan floating.
Tulisan singkat ini semoga bisa membantu.
SISTEM BUNGA FLAT
Bunga Flat adalah sistem perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada pokok hutang awal.
Biasanya diterapkan untuk kredit barang konsumsi seperti handphone, home appliances, mobil atau
kredit tanpa agunan (KTA). Dengan menggunakan sistem bunga flat ini maka porsi bunga dan pokok
dalam angsuran bulanan akan tetap sama. Misalnya besarnya angsuran adalah satu juta rupiah dengan
komposisi porsi pokok 750 ribu dan bunga 250 ribu. Maka, sejak angsuran pertama hingga terakhir
porsinya akan tetap sama.
Untuk menghitung besarnya angsuran dengan menggunakan sistem bunga flat ini sebenarnya cukup
sederhana, misalnya jika kita hendak membeli mobil seharga IDR 150 juta, maka:
a. Harga mobil itu IDR 150 juta,
b. DP 20%, maka pokok hutang menjadi IDR 120 juta.
c. Ambil contoh saja bunganya 5% flat per tahun
d. Tenor pinjaman tiga tahun
angsuran per bulannya menjadi:
= (120 juta + (120 juta X 5% X 3))/36 bulan
= 138 juta / 36 bulan
= IDR 3.833.334
Di dalam angsuran sebesar IDR 3.833.334 itu terdapat porsi pokok sebesar IDR 3.333.334 dan bunga
sebesar IDR 500.000. Dengan demikian jika kita hendak melakukan early repayment atau pelunasan
awal, tinggal dihitung saja, kita sudah berapa kali kita membayar angsuran dan dikalikan jumlah porsi
pokok hutang itu.
SISTEM BUNGA EFEKTIF
Sistem bunga efektif adalah kebalikan dari sistem bunga flat, yaitu porsi bunga dihitung berdasarkan
pokok hutang tersisa. Sehingga porsi bunga dan pokok dalam angsuran setiap bulan akan berbeda,
meski besaran angsuran per bulannya tetap sama. Sistem bunga efektif ini biasanya diterapkan untuk
pinjaman jangka panjang semisal KPR atau kredit investasi.
Dalam sistem bunga efektif ini, porsi bunga di masa-masa awal kredit akan sangat besar di salam
angsuran perbulannya, sehingga pokok hutang akan sangat sedikit berkurang. Jika kita hendak melakukan pelunasan awal maka jumlah pokok hutang akan masih sangat besar meski kita merasa telah
membayar angsuran yang jika ditotal jumlahnya cukup besar.
Jika dibandingkan kedua sistem bunga itu, maka masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan.
Kelebihan sistem bunga flat adalah jika kita hendak melakukan pelunasan awal, maka porsi pokok
hutang yang berkurang cukup sebanding dengan jumlah uang yang telah kita angsur. Namun
kelemahannya, bunga itu cukup besar karena dihitung dari pokok hutang awal.
Sistem bunga efektif akan lebih berguna untuk pinjaman jangka panjang yang tidak buru-buru dilunasi
di tengah jalan, karena jika kita membandingkan nominal bunga yang kita bayarkan, jauh lebih kecil
dari sistem bunga flat.
Berdasarkan hitung-hitungan kasar saya, nominal yang dihasilkan perhitungan suku bunga flat kira-kira
hampir dua kali suku bunga efektif; misalnya kredit dengan bunga 5% flat itu kira-kira sama dengan
kredit 10% bunga efektif.
Dengan mengambil contoh kredit mobil di atas, maka sebenarnya besarnya angsuran sebesar IDR
3.833.334 itu jika menggunakan metode perhitungan bunga efektif, maka bunga yang dikenakan pada
debitur itu sekitar 10%. Sedangkan jika kita menggunakan sistem efekti dengan tingkat suku bunga 5%,
maka besarnya angsuran hanya IDR 3.596.508.
FIXED VS FLOATING
Sesuai dengan namanya, suku bunga fixed artinya suku bunga itu bersifat tetap selama periode tertentu
atau bahkan selama masa kredit, sedangankan suku bunga floating, artinya bunga dapat berubah
sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
Jadi jika membandingkan maka flat >< efektif dan fixed >< floating. Biasanya terdapat kombinasi,
yaitu flat-fixed, artinya bunganya pakai sistem flat dan bersifat tetap selama masa kredit; dan efektif-
floating, yaitu menggunakan sistem bunga efektif dan besaran bunga bisa berubah tergantung kondisi
pasar finansial.
Contoh Perhitungan Bunga Kredit Flat, Efektif, dan Anuitas
Misalkan Anda mengambil kredit di bank sebesar Rp 12 juta dengan masa cicilan 12 bulan dan bank
menggunakan sistem bunga tetap. Contoh perhitungan berikut menggunakan bunga flat 6%, bunga
efektif 12%, dan bunga anuitas sebesar 12%.
------------------------------------------------------------------------------
Bunga Flat
Rumus:
total Bunga = P x I x N
bunga perbulan = total bunga / B
besar angsuran = (P + total bunga) / B* P : Pokok kredit
* I : Suku bunga per tahun
* N : Jangka waktu kredit dalam satuan tahun
* B : Jangka waktu kredit dalam satuan bulan
Perhitungan Bunga Flat :
Total Bunga = Rp 12.000.000 × 0,06 × 1 = Rp 720.000
Bunga per BUlan = Rp 720.000 : 12 = Rp 60.000
Besar Angsuran = (Rp 12.000.000+Rp 720.000 ) / 12 = Rp 1.060.000
------------------------------------------------------------------------------
Bunga Efektif
Rumus : Bunga per Bulan = SA x I/12
* SA : Saldo Akhir Periode
* I : Suku bunga per tahun
Perhitungan Bunga Bank Efektif :
Bunga bulan pertama = Rp 12.000.000×12%/12 = Rp 120.000
Angsuran pokok tiap bulan = Rp 12.000.000/12 = Rp 1.000.000
------------------------------------------------------------------------------
Bunga Anuitas
Rumus : Angsuran Bulanan = P x I/12 x 1/(1-(1+i/12)m)
* P : PokokKredit
* I : Suku bunga per tahun
* m : Jumlah periode pembayaran (bulan)
Perhitungan Bunga Bank :
Angsuran bulanan = Rp 12.000.000×12%/12×1/1-(1/(1+12%/12)12 )
= Rp 1.066.183,519
Dikutip dari buku : "230+ sumber pinjaman untuk usaha anda"
------------------------------------------------------------------------------
Tips Kredit BankDibawah ini tips untuk membantu anda memutuskan.
1. Tanyakan sistem perhitungan suku bunga yang dipakai lembaga tersebut. Biar lebih yakin minta
print out simulasi angsuran kepada petugas bank. Disini anda dapat mengamati perbulannya
berapa cicilan bunga dan cicilan pokok. Begitu juga disini anda dapat memperhitungkan sendiri
seandainya ditengah masa pembiayaan tiba-tiba ingin melunasi. Kewajiban pokok tinggal
berapa dan kewajiban bunga tinggal berapa. Tanyakan apakah kewajiban bunga kudu
diselesaikan semuanya atau hanya bunga yang terjadi pada bulan tersebut saat kita akan
melunasinya.
2. Jangan lupa tanyakan selain bunga yang dibebankan biaya apa saja yang harus anda bayar.
Biasanya ada biaya administrasi, biaya provisi, biaya asuransi, biaya materai, biaya notaris dan
biaya-biaya lain.
3. Agar anda tidak menyesal, setidaknya informasi simulasi print out angsuran anda dapatkan dari
beberapa bank. Anda dapat membandingkan bank mana yang lebih murah baik bunga atau
biayanya. Jangan takut tidak diberi informasi oleh mereka, karena pada dasarnya anda adalah
pembeli. Pembeli adalah raja.
4. Jangan segan untuk menawar bunga yang ditawarkan oleh bank. Dalam dunia perbankan atau
dunia bisnis, biasa dilakukan tawar menawar berapa bunga yang dikenakan. Malah kalau anda
tidak menawar bisa dicurigai kalau anda ini bukan pebisnis...he..he..he.. bisa-bisa anda dikira
seorang dermawan.
5. Katakanlah anda telah mendapat kredit dari bank, ditengah masa tiba-tiba bunga pasar
cenderung menurun, saran saya jangan segan-segan untuk meminta diskon bunga kebank. Kalau
tidak mau banknya memberikan, sampaikan saja bahwa anda akan memperoleh kredit yang
lebih murah dan kredit dibank ini akan anda lunasi. Sekedar anda tahu, bank paling tidak suka
adanya pelunasan kredit sebelum waktunya. Mengapa? ya karena potensi pendapatan bunganya
hilang / tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Menghitung Angsuran atas Pinjaman Bank dari MS EXcel
Microsoft Excel Kalau kita akan meminjam uang di bank, saat pembicaraan berapa angsuran yang
harus dibayarkan per bulannya atas pinjaman yang kita lakukan, biasanya kita diberi atau sekedar
diperlihatkan selembar kertas yang berisi baris baris-baris besarnya pinjaman, masa pinjaman dan
besarnya angsuran yang harus dibayarkan per bulannya. Kalau tidak salah besar pinjaman yang tertera
di situ jumlahnya dalam kelipatan lima juta atau sepuluh juta.
Dengan menggunakan fungsi yang ada pada aplikasi MS Excel, kita dapat membuat perhitungan
besarnya angsuran yang harus dibayar perbulannya untuk setiap jumlah pinjaman yang akan diambil,
termasuk jumlah pinjaman yang tidak tercantum dalam kertas yang diberikan oleh bank. Mungkin ada
beberapa cara perhitungan angsuran, dan yang saya tulis di sini –menurut pengetahuan saya– paling
banyak digunakan, antara lain BCA, Bank Mandiri, dan BII.
Contoh kasusnya, kita akan meminjam uang sebesar Rp 45.000.000,00 untuk masa pinjaman 5 tahun.
Bunga yang berlaku pada saat itu misalnya 16% per tahun. Misalnya kita tuliskan masing-masing nilai
ini dalam cell pada worksheet MS Excel.A1 = 45000000
A2 = 5
A3 = 16%
Hasil perhitungan besarnya angsuran akan kita letakkan pada cell A5, maka untuk cell A5
kita masukkan formula berikut:
=PMT(A3/12;A2*12;A1)
Perhitungan tersebut akan menghasilkan nilai negatif, karena dilihat dari sudut pandang kita
mengeluarkan uang.
Dari besarnya angsuran yang didapat, mungkin kita ingin mengetahui besarnya pokok
pinjaman dalam cicilan yang kita bayarkan. Misalnya kita akan meletakkan hasil
perhitungannya pada cell A6, formula yang yang dimasukkan:
=PPMT(A3/12;cicilan_ke;A2*12;A1)
cicilan_ke kita ganti dengan bilangan 1, 2, 3 dan seterusnya menunjukan angsuran ke-1, ke-
2, ke-3 dan seterusnya.
Besarnya bunga yang dibayarkan, kita dapat menghitung langsung dari besarnya angsuran
dikurangi pokok pinjaman yang dibayarkan. Jika dihitung dengan menggunakan fungsi
pada MS Excel, formula yang dimasukkan sebagai berikut:
=IPMT(A3/12;cicilan_ke;A2*12;A1)
Kalau kita perhatikan dengan keadaan bunga tetap, jumlah angsuran akan sama untuk tiap bulannya,
besar pokok pinjaman akan semakin naik dan bunga yang dibayarkan akan semakin turun untuk setiap
angsuran bulanannya.
Berikut saya lampirkan file MS Excel untuk perhitungan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar